Home / Berita / Workshop Tematik Wirausaha Muda Pemula 2026 Hidupkan Semangat Kreatif Pemuda Sampanahan
16 Mei 2026
Kotabaru – Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Kotabaru memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan Workshop Tematik Wirausaha Muda Pemula Tahun 2026 yang digelar oleh Bidang Pemuda Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kotabaru, Selasa (12/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Lokus PK2D, Desa Sampanahan, Kecamatan Sampanahan tersebut mengangkat tema kuliner dan menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Kotabaru ke-76 tahun.
Workshop ini dihadiri oleh unsur PKK, aparat desa, Koramil, hingga pemuda-pemudi Desa Sampanahan yang tampak antusias mengikuti setiap sesi kegiatan. Dalam workshop tersebut, peserta mendapatkan pelatihan dan praktik langsung mengenai pembuatan roti manis serta olahan kopi kekinian yang dinilai memiliki peluang usaha menjanjikan.
Sekretaris Disparpora Kotabaru, Hj. Evi Yusnita, ST., secara resmi membuka kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa workshop ini merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap peningkatan kualitas keluarga daerah melalui program PK2D Tahun 2026.
“Workshop Tematik Wirausaha Muda dengan ini dinyatakan dibuka. Hari ini, Selasa tanggal 12 Mei 2026, kami dari Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kotabaru sedang melaksanakan workshop tematik wirausaha muda pemula tahun 2026 di Desa Sampanahan, Kecamatan Sampanahan. Hari ini temanya kuliner. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Kotabaru ke-76 tahun dan juga bentuk dukungan Disparpora dalam peningkatan kualitas keluarga daerah (PK2D) tahun 2026 dengan lokus Desa Sampanahan, Kecamatan Sampanahan,” ujarnya.
Ketua Kokibaru sekaligus Ketua Subsektor Kuliner Kotabaru, Muhammad Novie, bersama tim kuliner yang terdiri dari Aini Rosyada dan Muhammad Ikhsan R turut menjadi pemateri dalam workshop tersebut.
Muhammad Novie mengaku bangga melihat semangat para pemuda Sampanahan dalam mengikuti pelatihan.
“Jujur saya dan tim kaget sekaligus bangga banget melihat semangat teman-teman muda di Kecamatan Sampanahan ini. Lokus PK2D hari ini benar-benar hidup, auranya positif sekali. Kami sengaja pilih demo buat roti manis dan olahan kopi karena dua menu ini lagi hype dan modalnya relatif terjangkau buat mereka yang baru mau mulai nyemplung ke dunia bisnis kuliner,” ungkapnya.
Ia juga menilai banyak potensi dan bakat yang dimiliki peserta workshop. Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya sekadar teori, tetapi mendorong peserta untuk berani memulai usaha kecil secara mandiri.
“Tadi saat praktik, saya lihat banyak bakat terpendam di sini. Teman-teman nggak cuma sekadar nonton, tapi langsung aktif nanya rahasia bikin adonan roti yang empuk sampai cara ngeracik kopi yang enak tapi tetap masuk di kantong pelajar atau warga sekitar. Harapan saya, pulang dari workshop ini, minimal ada satu-dua orang yang berani langsung buka PO atau jualan kecil-kecilan di rumahnya masing-masing,” katanya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pihaknya ingin kegiatan seperti ini memberi dampak nyata bagi pengembangan keterampilan pemuda di daerah.
“Intinya, kami di Sektor Kuliner nggak mau acara ini cuma jadi seremoni sekali lewat saja. Kami ingin pemuda di Sampanahan punya skill nyata yang bisa jadi pegangan hidup mereka. Kami bakal terus pantau dan terbuka untuk diskusi kalau mereka butuh masukan lebih lanjut soal cara jualan atau gimana cara ngembangin menunya nanti. Pokoknya, sukses buat para wirausaha muda Sampanahan!” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Kotabaru, Muhammad Basir, turut memberikan tanggapan positif terhadap program PK2D yang diselenggarakan pemerintah daerah melalui Bidang Kepemudaan Disparpora Kotabaru.
Ia menyampaikan optimismenya terhadap perkembangan ekonomi kreatif daerah melalui penguatan potensi kuliner lokal.
“Menanggapi dari program PK2D yang diselenggarakan pemerintah melalui Bidang Kepemudaan Disparpora Kotabaru serta antusiasme pemuda Sampanahan dalam mengolah potensi kuliner lokal menjadi produk unik yang berdaya saing, saya optimis ekonomi kreatif Kotabaru akan lebih maju lagi. Dengan memadukan teknik modern dan bahan baku lokal, menjadikan kreativitas yang akan menjadi lokomotif penggerak ekonomi daerah,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir wirausaha muda baru yang mampu mengembangkan potensi kuliner lokal menjadi produk kreatif dan bernilai ekonomi di Kabupaten Kotabaru.
Sumber Berita : Ginfo