Home / Berita / Perkuat Edukasi B2SA, Puluhan Kader Posyandu Kotabaru Ikuti Bimtek Pangan 2026
20 Mei 2026
Kotabaru – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kader Pangan Tahun 2026 di Kabupaten Kotabaru, Rabu (20/5/2026), bertempat di Aula Kecamatan Pulau Laut Utara, Kotabaru.
Kegiatan yang bertujuan memperkuat edukasi pola konsumsi Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) ini diikuti oleh 25 kader Posyandu Kabupaten Kotabaru sebagai ujung tombak penyampaian informasi pangan sehat di tingkat masyarakat.
Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut yakni praktisi ketahanan pangan Ir. Yanuar Pribadi, perwakilan TP PKK Kabupaten Kotabaru H. Arya Nor Abdi, serta chef sekaligus Ketua Kokibaru, Muhammad Novie.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Seksi Konsumsi dan Keamanan Pangan, Akhmad Syahid Berny, yang menekankan pentingnya pangan sebagai kebutuhan dasar masyarakat yang harus terpenuhi dari sisi ketersediaan hingga kualitasnya.
“Pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang pemenuhannya menjadi hak setiap warga negara. Oleh karena itu, penyelenggaraan pangan tidak hanya berorientasi pada ketersediaan, tetapi juga harus menjamin keterjangkauan, kualitas, keamanan, serta berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menyampaikan, berdasarkan data Pola Pangan Harapan (PPH), tingkat konsumsi pangan Provinsi Kalimantan Selatan berada pada angka 93,1, sedangkan Kabupaten Kotabaru berada di angka 89,27. Hal tersebut menunjukkan perlunya penguatan edukasi kepada masyarakat mengenai konsumsi pangan sehat.
“Hal ini menunjukkan bahwa peran edukasi kepada masyarakat agar mengkonsumsi pangan Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman harus dapat ditingkatkan, mengingat juga skor PPH di Provinsi Kalimantan Selatan masih berada di bawah target nasional,” katanya.
Menurutnya, kader pangan memegang peranan strategis sebagai penggerak perubahan pola konsumsi masyarakat menuju pola makan yang lebih sehat dan berbasis potensi lokal.
“Dalam konteks tersebut, kader pangan memiliki peran yang sangat strategis sebagai ujung tombak pemerintah di tingkat masyarakat. Kader pangan tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai penggerak perubahan perilaku konsumsi masyarakat menuju pola makan yang lebih sehat, beragam dan berbasis potensi lokal. Kami berharap melalui kegiatan ini, para kader pangan tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mampu mengimplementasikan ilmu tersebut di lapangan,” tambahnya.
Sementara itu, Chef Muhammad Novie yang hadir sebagai narasumber perwakilan ICA Kalsel, anggota Komunitas Kuliner Kotabaru (KOKIBARU) dan bagian dari Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) DPC Kotabaru, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Kegiatan ini sangat penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pola konsumsi pangan yang Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA), khususnya dalam pemenuhan gizi keluarga dan anak,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia memperkenalkan menu “Cream Soup Ikan Kakap” sebagai alternatif makanan sehat untuk anak usia di atas satu tahun.
“Sebagai narasumber perwakilan chef ICA KALSEL, saya merasa bangga dapat berkontribusi melalui demonstrasi dan pengolahan menu ‘Cream Soup Ikan Kakap’ sebagai salah satu alternatif MPASI untuk anak usia di atas 1 tahun. Menu ini dirancang dengan mempertimbangkan kandungan gizi yang baik, tekstur yang sesuai, serta cita rasa yang dapat diterima anak-anak,” jelasnya.
Ia menambahkan, ikan kakap dipilih karena memiliki kandungan protein hewani dan omega-3 yang baik bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.
Melalui kegiatan ini, ia berharap para kader pangan semakin kreatif dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi sajian sehat, menarik, dan bernilai gizi tinggi.
“Semoga kegiatan BIMTEK ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pola makan sehat dan pemanfaatan pangan lokal untuk generasi yang lebih sehat dan berkualitas,” pungkasnya.
Sumber Berita: Ginfo